24
Okt
16

Gowes ke Gunung Papandayan Garut

Kembali googling dimanakah letak Gunung Papandayan ? Maksudnya termasuk kecamatan apa di Garut, kearah mana dan berapa jaraknya. Tidak ada satupun yang menulis gowes kearah sana dari kota, kebanyakan semua loading mengunakan kendaraan sampai tujuan kemudian turun offroad kearah Pangalengan atau terus ke Bandung. Akhirnya saya menggunakan petunjuk para backpacker yang mau camping disana atau yang menggunakan sepeda motor.

Hari minggu pagi dengan cuaca hujan lebat saya berangkat ke Garut membawa Titus Motolite, sepeda MTB fullsusp karena saya benar benar buta rutenya, walaupun menurut para pemotor  jalannya aspal sampai tujuan. Sebelum sampai Garut, saya mengontak teman saya mang Acep, dulu tinggal di Bogor tetapi sekarang pindah ke Garut. Saya akan minta ijin untuk titip mobil dirumahnya. Ternyata beliau juga sedang galau, mau gowes tapi hujan. Akhirnya beliau memutuskan untuk mengantarkan saya ke kawah Gn Papandayan. 

Setelah persiapan sepeda dan istirahat dirumah mang Acep sambil disuguhi ‘teh kopi’…bingung kan ? Ternyata kulit dari biji kopi yang biasanya dibuang, dikeringkan dan dikemas sebagai ‘teh kopi’ .. Rasanya tawar saja tidak seperti teh, tentu saja karena memang bukan terbuat dari daun teh. Khasiatnya apa juga belum diteliti katanya baru sebatas industri rumahan saja.

Persiapan selesai, kita start pukul 07.45 dari rumah mang Acep didaerah Samarang, kurang 5 km dari kota Garut. Hujan masih lebat, tapi tidak menyurutkan niat kami untuk tetap berangkat. Perjalanan dimulai dari jalan raya Samarang menuju kearah Cisurupan.  Saya jadi ingat lagi, dari jalan raya Samarang, belokan pertama ke Kamojang, belokan kedua ke Darajat. Melewati pasar Samarang kami lanjutkan perjalanan berikutnya kearah Bayongbong. Berhubung jalan tidak terlalu menanjak dan kami belum merasa lelah, perjalanan kami lanjutkan sampai Cisurupan. Disini kami berhenti di ….mart seperti biasa untuk menambah perbekalan dan mengatur nafas. Jarak sampai sini baru menunjukan 18 km.  Perkiraan masih ada sekitar 10 km lagi, 5 km pertama katanya masih banyak rumah penduduk dan jalan tidak terlalu menanjak. Setelah dirasa cukup, perjalanan kami lanjutkan lurus dari jalan utama, karena yang kearah kiri adalah yang menuju Cikajang Garut. Memang betul, 5 km pertama memang masih bisa digowes akan tetapi sudah mulai ada perpindahan gigi belakang yang menunjukkan ada perubahan elevasi. Betul saja, setelah kira-kira 5km jalan  mulai menanjak halus dan panjang, datar sedikit kemudian menanjak lagi. Dan dimulailah tanjakan yang sebenarnya dan cukup ekstrim serta menguras tenaga. Namun demikian kata mang Acep, kita agak tertolong dengan udara yang mendung, gerimis dan kabut sehingga jarak pandang agak terbatas. Kami lewati papan penunjuk kawah masih 2.5 km, dan tanjakan demi tanjakan kami lalui dengan susah payah. Beberapa kali saya harus berhenti untuk mengatur detak jantung yg mencapai maksimal. 

Akhirnya dengan termehek-mehek namun tetap semangat, sampailah kami di pintu gerbang kawasan kawah Gn Papandayan. Disini kita harus membeli karcis masuk lebih dahulu. Harga karcis menurut saya cukup mahal, 40 ribu perorang termasuk sepeda !! Akhirnya mau nggak mau kami harus beli, karena tinggal beberapa ratus meter lagi kami sampai ditempat parkir kendaraan. Setelah pintu gerbang, masih ada 1 tanjakan yang lumayan curam dan cukup panjang.

Hanya beberapa ratus meter, rasanya beberapa kilo meter !!…pukul 12.30 sampailah kami ditempat parkir yang sangat luas. Sampai disini hujan hilang timbul namun kabut bertambah tebal.

Tadinya saya sudah tidak mau naik lagi kekawah karena sudah sangat lelah, tapi mang Acep tetap memberi semangat, nanjak sedikit lagi dibatu-batu, sampailah kita dikawahnya. Akhirnya saya ikut apa kata mang Acep saja, sepeda terpaksa dituntun karena jalurnya banyak batu-batu lepas dan beberapa jalur air. Mungkin masih banyak lokasi lain disana   namun setelah menaiki tangga sambil membawa sepeda, saya merasa tenaga sudah habis, sehingga kami putuskan sampai disini saja. Lumayanlah ada beberapa spot yang bagus untuk berfoto ria dengan latar belakang gunung yang tertutup kabut. Pukul 13.00 sampailah kami ditempat yg lumayan bagus untuk berfoto ria. Dapat dibayangkan betapa terjalnya tanjakan menuju tempat ini, jarak hanya sekitar 7 km dari Cisurupan kami tempuh dalam 3.5 jam ! 

Setelah cukup, pukul 13.30 kami putuskan untuk turun karena kabut juga semakin tebal. Kembali kami lalui jalan masuk tadi, dan sesampainya di tempat parkir, semua terlihat putih !! … akhirnya kami mengikuti petunjuk yang dicat putih. Dari sini kami lanjutkan perjalanan ke daerah Samarang juga dengan kabut dan gerimis. Jalur pulang menurun terus sampai rumah mang Acep pukul 15.00 dengan basah kuyup karena hujan, keringat dan cipratan dari mobil yang mendahului kami. Alhamdulillah…one of my dreams came true…special thanks to mang Acep yang telah mengantar dengan sabar dan dengan foto-fotonya yang kereeen ! 

Sampai bertemu di tujuan yang lain. Keep pedaling and healthy guys .!

Total jarak tempuh sekitar 50km, total waktu 7 jam termasuk istirahat dan foto-foto, total dehidrasi 1.5 liter, total kalori 2500 kcal, elevasi 700 mdpl ke 2039 mdpl

😴


0 Responses to “Gowes ke Gunung Papandayan Garut”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: