01
Mei
16

Paseban Megamendung

Awal April 2016 kembali saya ke Paseban, sebuah kampung diatas bukit Megamendung Bogor. Gowes kali ini ditemani oleh Chandra seorang karyawan RS BMC yang sering gowes bareng tapi belum pernah ke Paseban. Perjalanan dimulai dari rumah kearah Katulampa menyusuri jalan tol ciawi. Setelah jembatan gadog rute mulai menanjak terus sampai ke daerah Cipayung. Sekitar 1 jam dr jembatan gadog terlihat papan petunjuk cukup besar yang menuju tempat istirahat pertama di Pusdik Reskrim Megamendung.

Didepan Pusdik ada sebuah warung makan yg lumayan komplit, tempat dimana goweser kumpul utk istirahat sebelum atau sesudah dari Curug Panjang. Setelah sarapan perjalanan dimulai lagi dengan menghadapi tanjakan panjang yang lumayan membuat sesak napas…tanjakan Bank Mega!, karena diujung tanjakan itu terdapat Pusdiklat milik Bank Mega.Setelah tanjakan ini rute mulai agak landai berkelok-kelok dengan beberapa tanjakan yg tidak terlalu curam. Tidak sampai 1 jam kami sampai di Curug Panjang, disini kami tidak berhenti lama karena memang tujuannya bukan kesini. Perjalanan diteruskan melalui jalan setapak kearah warung diatas curug kemudian dilanjutkan kekiri kearah jalan setapak yang menanjak. Disini sepeda harus dituntun dan ini adalah jalan potong yang menuju jalur semen ganda yang menuju Paseban. Akhirnya sampailah kami di jalur menuju Paseban, jalur semen yang menuntut kesabaran karena disinilah ‘siksaan’ dimulai dengan tanjakan2 yang membuat sesak napas, bahkan sangat sulit ditaklukan bagi sebagian goweser. Alhamdulillah akhirnya sampailah kami ditujuan dengan selamat…lapangan Paseban!

Ada apa sih di Paseban ? …tidak apa2, hanya ada lapangan dan sebuah warung diketinggian 1160 meter dari permukaan laut. Tapi lapangan ini sering menjadi icon goweser karena beratnya medan/tanjakan menuju tempat ini. Namun sebelum lapangan ini terdapat tujuan wisata baru yaitu Curug Cibulao, konon kabarnya air Curug Panjang berasal dari sini karena memang terletak diatasnya. Disini juga terdapat trek bagi yang suka lari lintas alam menuju daerah hutan Cisadon. Ngobrol ngalor ngidul sama teh Lilis pemilik warung, temyata saya sudah 2 tahun tidak kesini, pantes warung dan rumahnya sudah jadi bagus. 

Setelah cukup istirahat, makan dan minum seadanya di warung, kami bersiap untuk turun. Perjalanan ini tidak kurang menegangkan karena curamnya jalur turunan dan perlu konsentrasi dan hati-hati sepanjang jalur menuju jalan raya Cilember. 

Alhamdulillah perjalanan hari ini aman terkendali sampai rumah dengan jarak sekitar 50km pulang pergi. 

It is not about the destination, it’s about the journey…because life is a journey..


0 Responses to “Paseban Megamendung”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: