11
Jan
13

MENCOBA MENAKLUKKAN KELOK 44 SUMATERA BARAT

DSC21_resized DSC13_resized DSC12_resized DSC9B_resized DSC9A_resized DSC8_resized DSC6_resized DSC4_resized DSC1_resized DSC22A_resizedSetelah sejenak beristirahat minum jus di resto kawasan Danau Maninjau, perjalanan kami teruskan kembali ke Bukit Tinggi namun saya ingin mencoba tanjakan yang namanya kelok 44. Begitu start mobil sudah menghilang meninggalkan saya..dalam hati saya berpikir, mampus dah kalau sampai nggak kuat, mobil evac udah ngacir duluan..kalaupun harus kembali agak susah untuk mutar mobil di daerah kelok 44. Dengan pelan-pelan sang Orbea saya kayuh sambil menikmati pemandangan yang indah sepanjang jalan. Luar biasa..settingan Orbea ini pas sekali dengan saya sehingga nyaman sekali ditanjakan. Tanjakan kelok 14 agak tajam tikungannya sehingga perlu sedikit tenaga ekstra disini dan akhirnya tepar di kelok 22 karena kehabisan air minum. Saya beristirahat sebentar disini karena cuaca cukup panas, punggung rasanya seperti terbakar. Setelah cukup istirahat perjalanan saya lanjutkan dan kehabisan minum lagi di kelok 32..disini saya sms dan ternyata mobil menunggu di kelok 34. Langsung timbul semangat lagi karena pasti ada yang motret..hehehe..saking semangatnya dikelok ini saya malah nggak berhenti dan terus lanjut sampai kehabisan napas di kelok 40. Kembali saya beristirahat sambil makan pisang bekal dari hotel dan ngobrol dengan seorang kakek dan sempat saya foto bersama Orbea sambil malu-malu. Perjalanan saya lanjutkan lagi, saya pikir tinggal 4 kelok lagi sih cepetlah…ternyata makin keatas makin lumayan miiring tanjakannya. Akhirnya dengan sisa-sisa tenaga dan hampir kram, finish juga di kelok 44 Embun Pagi. Rencananya saya ingin lanjut lagi ke Puncak Lawang dan turun ke Bukit Tinggi, namun kita batalkan karena saya sudah kehabisan tenaga, anak-anak sudah lapar, kita putuskan evac langsung ke Bukit Tinggi cari makan siang. Alhamdulillah perjalanan dari kelok 1 ( 450 mdpl ) ke kelok 44 ( 1050 mdpl ) sejauh 9 km aman terkendali. Terimakasih untuk my special soul mate Ima Anafari yang telah sabar menunggu saya untuk mengabadikan moment ini. Kata sohib saya, hanya orang gila aja yang mau nanjak di kelok 44..sendirian lagi…tapi saya masih waras koq mas..hehehe…malah ingin kesini lagi suatu saat nanti, mudah-mudahan masih kuat gowes…keep pedaling..keep rolling foor fun and healthy.

0 Responses to “MENCOBA MENAKLUKKAN KELOK 44 SUMATERA BARAT”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: