15
Okt
08

PERJALANAN ARUS BALIK MUDIK LEBARAN 2008

Setelah berada di kota Malang selama 6 hari, kami kembali pulang ke Bogor pada H+2 lebaran.

Kali ini kami memilih perjalanan lewat jalur utara antara lain Surabaya, Tuban, Demak menuju pekalongan.

Kami berangkat pukul 06.30, menuju Surabaya , melalui Porong sambil melihat daerah yang terkena Lumpur Lapindo.

Karena tidak tahu jalan, kami langsung menuju jalan tol, tenyata jalan tersebut ditutup, dan banyak pemandu jalan bersepeda motor yang menawarkan diri untuk mengantarkan sampai kearah kota Porong. Dengan membayar sejumlah uang kami mengikuti pemandu yang disetiap perempatan harus memberikan sejumlah uang pada penjaga jalan didaerah pemukiman penduduk yang cukup padat.

Ternyata keadaan penduduk disekitar daerah yang terkena luapan lumpur memang sangat menyedihkan, Rumah mereka kebanyakan masih sangat sederhana, dan beberapa ratus meter didepannya terhampar lumpur yang sudah mengering.

Didaerah tersebut memang telah dibuat tanggul yang cukup tinggi, namun dengan masih aktifnya lumpur dibawah tanah, bukan tidak mungkin rumah mereka sewaktu-waktu juga akan tenggelam. Beberapa ada yang membuat batu bata secara tradisional dari lumpur tersebut namun entah seberapa kekuatannya dibanding batu bata tanah.

Sesampainya di jalan raya Porong, kami melihat deretan mobil-mobil yang parkir ditepi jalan, ternyata mereka naik keatas tanggul dan berfoto bersama dengan latar belakang lumpur Lapindo.

Daerah tersebut telah menjadi obyek wisata baru didaerah Jawa Timur, menjadi tambahan penghasilan bagi penduduk setempat yang berprofesi sebagai tukang parkir atau membuka warung.

Namun rasanya sangat ironis dan risih kalau kita harus berfoto-foto disekitar penduduk yang menderita akibat kehilangan rumah mereka.

Kami meneruskan perjalanan yang cukup lancar melalui jalan tol langsung kearah Gresik.

Perjalanan melalui jalur pantura ini memang sangat panas dibanding jalur tenga atau selatan, namun rasanya relatif lebih lancar. Mutu jalan didaerah utara Jawa Timur cukup baik, cukup lebar dan tidak ada jalan yang berlubang namun didaerah Babat/Lamongan ada beberapa ruas jalan yang bergelombang bahkan ada beberapa ratus meter yang terkelupas aspalnya dan sedang dilapis dengan semen.

Setelah itu jalan cukup mulus sehingga kendaran dapat berjalan cepat, apalagi didaerah ini tidak banyak arus balik yang menggunakan sepeda motor, mungkin hanya arus lokal daerah sekitar Tuban dan Lamongan.

Melewati batas Jawa Timur dan Jawa Tengah kita selalu berada di tepi pantai dengan udara yang sangat panas sehingga harus banyak minum agar tidak terjadi kekurangan cairan tubuh.

Terlihat banyak tepi pantai yang cukup bagus namun tidak disertai tempat pemberhentian yang nyaman, obyek wisata disanapun tidak banyak dikunjungi, mungkin karena daerahnya yang cukup jauh atau kurang nyaman sebagai tempat bersantai dan tidak dikelola secara profesional oleh pemerintah daerah setempat.

Didaerah Kudus dan Demak telah dibuat jalur ring road sehingga kita tidak perlu masuk kota dan dapat mempersingkat waktu perjalanan.

Sampai Semarang masih sore dan kami melanjutkan perjalanan ke Pekalongan, Seperti biasa jalan sangat mulus dan jalan didaerah Alas Roban telah dibagi 2 sehingga perjalanan dapat lebih singkat, menjelang magrib kami telah sampai di hotel.

Perjalanan dilanjutkan esok harinya pukul 9 pagi, perjalanan mulai tersendat didaerah pasar Brebes namun setelah itu lancar kembali sampai Cirebon.

Setelah beristirahat sambil membeli oleh-oleh khas Cirebon di pasar Kanoman, pukul 14.00 kami melanjutkan perjalanan kembali.

Jalan di kota dan lewat jalan tol sangat lancar, namun begitu keluar pintu tol langsung kami menghadapi kemacetan yang sangat parah, kendaraan hanya dapat berjalan 10 km/jam karena tersendat.

Mulai tampak berbagai macam jenis modifikasi kendaraan bermotor untuk menambah barang bawaannya dibelakang tanpa memperdulikan kenyamanan dan keselamatan diri sendiri dan kendaraan lain.

Tertib lalu lintas dan sopan santun di jalan raya pun sudah tidak ada lagi, semua seolah sedang berlomba untuk mencapai tempat tujuan.

Tampak juga kendaran bermotor yang berisi bapak, ibu dan 2 anak kecil atau bayi, hal yang jarang tampak pada saat berangkat mudik.

Tampak juga pemudik kendaraan bermotor yang sudah kelelahan dan motornya dinaikkan kedalam truk.

Hampir semua SPBU dipenuhi kendaraan bermotor baik untuk beristirahat maupun mengisi BBM, sehingga mobil menjadi agak susah untuk mengisi BBM.

Belum lagi mereka menempati jalur keluar atau masuk SPBU untuk beristirahat sehingga memenuhi area SPBU.

Masjidpun menjadi pilihan tempat istirahat selain untuk melakukan ibadah, demikian juga toko swalayan yang ada di sepanjang jalan.

Menjelang malam tampak para pemudik mulai kelelahan dan merebahkan diri ditepi jalan atau sawah karena tidak ada tempat istirahat.

Kemacetan tahun ini tampaknya lebih parah dibanding tahun lalu, mungkin juga karena hari itu adalah hari Minggu, dimana semua berusaha untuk dapat segera sampai ditempat dan masuk kerja pada hari Senin esok harinya.

Ironisnya, jalur yang berlawanan arah sangat sangat lengang, bahkan kendaraan yang lewat dapat dihitung. Mengapa polisi tidak membuat jalur contra flow didaerah yang rawan macet ? bukankah pada lebaran tahun lalu polisi juga mengawal para pemudik kendaraan bermotor/mobil melalui jalur contra flow ? apakah karena ini arus balik sehingga para pemudik dibiarkan mencari jalan sendiri.

Tidak terdengar sedikitpun sirine polisi yang meraung meminta jalan pada arus balik ini. Kemacetan sepanjang jalur Indramayu, Pamanukan sampai Subang tentunya sudah setiap tahun terjadi dan seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan cara membuat jalur contra flow.

Pukul 22.00 kami baru bisa lepas dari kemacetan dan mencapai jalan tol Cikampek, sungguh aneh juga tahun ini tidak terjadi kemacetan parah seperti tahun lalu dipertigaan Jomin sehingga arus tidak perlu diarahkan ke Karawang.

Setelah beristirahat sejenak di rest area terdekat kami melanjutkan perjalanan kembali, badan sudah terasa sangat lelah seharian mengemudi, jalan tol juga tampaknya lancar-lancar saja, tentu tidak lama lagi sampai Bogor.

Namun baru berjalan kurang lebih 1 km, terjadi kemacetan panjang di jalan tol, penyebabnya juga tidak jelas, kecelakaan tidak ada, mobil mogok tidak banyak, mungkin hal ini terjadi akibat adanya tambahan jumlah kendaran dari arah tol Cipularang.

Rest area disepanjang jalan tol sangat ramai dengan pengunjung bahkan sampai ditutup oleh polisi karena sudah tidak ada tempat untuk parkir lagi, beruntung kami tadi segera beristirahat di rest area pertama. Kemacetan mulai berkurang setelah Karawang sehingga perjalanan bisa lebih cepat, demikian pula dengan tol jagorawi yang sangat lengang.

Akhirnya tepat pukul 01.00 sampailah kami di Bogor dengan selamat, alhamdulillah semua penumpang aman, demikian juga dengan mobilnya yang berjalan lancar tanpa gangguan.
Catatan Harian Kompas hari Rabu, 7 Oktober 2008 menyatakan bahwa :
Jumlah pemudik sejak H-7 hingga H+4 ( 25 September – 6 Oktober 2008 ) mencapai 20 juta orang, naik 7% dibanding tahun lalu. Dari jumlah itu 8.556.593 orang diantaranya mudik menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor ( 2,8 juta jiwa ) maupun mobil pribadi ( 5,7 juta jiwa ). Tahun lalu, jumlah pemudik kendaraan pribadi hanya 7.680.141 orang.
Tahun ini jumlah pemudik dengan sepeda motor naik 6,68%. Survey yang dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Darat mengatakan bahwa 32,2% pemudik memilih sepeda motor karena lebih murah, 32% pemudik menyatakan karena fleksibel dan 23,4% menyatakan memilih motor karena bisa dipakai bepergian setiba didaerah. Sisanya memilih sepeda motor dengan alasan prestise, tak dapat tiket dan takut motornya hilang.


0 Responses to “PERJALANAN ARUS BALIK MUDIK LEBARAN 2008”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: